Jumat, 19 Mei 2017

PROTEIN

Pengertian Protein, Fungsi dan Sumber Protein
Kali ini kita masih di beri kesempatan untuk bersua kembali sobat genggaminternet.com yang mana materi kali ini kita akan membahas materi biologi yang tentu saja menjadi salah satu materi yang paling banyak di website ini, tapi bukan berarti materi lain tidak kita beri kesempatan ya, hanya saja belum waktunya kita mengupdate berbagai materi lainya, hal ini tentu saja karena keterbatasan admin sebagai penulis, yang belum memiliki karyawan, jadi semua di kerjakan sendiri. lah jadi curhat,hehe. mari kita kembali ketoik pembicaraan kita, Judul artikel kali ini adalah Pengertian protein, sumber protein dan fungsi dari protein itu sendiri, tentu saya yakin dan percaya sobat genggam internet banyak yang bertanya apa si itu yang di maksud dengan metabolisme protein, Apasih jenis-jenis protein itu, serta dari mana sumber protein itu sendiri, nah di artikel inilah akan coba kita bahas secara singkat yang mudah-mudahan saja nantinya bisa membantu sobat semuanya dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh bapak ibu guru sobat, baiklah tanpa membuang waktu lagi mari kita langsung simak penjelasanya di bagian bawah ini sobat.

1. Pengertian Protein
Protein merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Diperikrakan, seperlima bagian tubuh adalah berua protein. Mereka daat ditemukan didalam otot, tulang, kulit, darah, enzim, hormon dan intraseluler.
Protein merupakan molekul yang mempunyai berat molekul antara 5 ribu hingga beberapa juta. Protein tersususn atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat dalam ikatan peptida. Setiap asam amino terdiri atas unsur karbon, Oksigen dan Nitrogen. Selain itu, pada beberapa asam amino juga di temukan unsur-unsur lainya seperti fosfor, besi, yodium dan kobalt.
Pada umumnya terdapat 20 macam asam amino yang di perlukan tubuh. Sebanyak sepuluh diantaranya sangat di perlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Asam amino demikian disebut asam amino esensial. Jika tubuh mengandung cukup nitrogen, tubuh mampu membentuk asam amino lainya. Asam amino yang dapat dibuat di dalam tubuh di sebut asam amino non-esensial.
Asam Amino Esensial
Asam Amino Non-Esensial
Leusin
Prolin
Isoleusin
Serin
Valin
Tirosin
Triptotan
Sistein
Fenilalanin
Asartat
Metionin
Asparagin
Treonin
Glisin
Lisin
Asam Glutamat
Histidin
Alanin
Arginin
Glutamin
2. Fungsi Protein
Fungsi utama protein adalah untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Fungsi protein lainya adalah sebagai berikut ini :
1. Bahan dalam sintesis substansi penting, seperti hormon, enzim, zat antibodi, dan organel sel lainya.
2. perbaikan, pertumbuhan, dan pemeliharaan struktur sel jaringan dari organ tumbuh
3. sebagai sumber energi, setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori
4. mengatur dan melaksanakan metabolisme tubuh, misalnya sebagai enzim, protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia
5. Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh. sebagai senyawa penahan/bufer, protein berperan besar dan menjaga stabilitas pH cairan tubuh. sebagai zat larut dalam cairan tubuh. protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
6. Membantu tubuh dalam menghancurkan ataupun menetralkan zat-zat asing yang masuk kedalam tubuh.
Karena fungsinya yang sangat besar maka apabila tubuh kekurangan protein akan timbul penyakit yang di kenal dengan kwasiorkor. gangguan ini tampak jelas pada anak berumur antara 6 sampai 36 bulan.Kwasiorkor merupakan tanda klinik paling nyata sebagai akibat kekurangan protein.
Gejala khasa dari kwasiorkor antara lain udema, hilangnya simpanan lemak di bawah kulit, terhambatnya pertumbuhan, di ikuti menurunya kemampuan respon saraf psikomotorik. bila kekurangan protein berkepajangan maka orang tersebut akan menderita penyakit busung lapar atau hongerodeem.
3. Sumber Protein
Protein dapat berasal dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan di sebut dengan protein hewan, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan di sebut dengan protein nabati. Sumber-sumber dari protein hewani antara lain dari telur, susu, daging, ikan, dan kerang. Ada pun yang termasuk protein nabati antara lain adalah kacang-kangan terutama kacang kedelai, jagung dan sayuran.


Kekurangan protein pada tubuh dapat menimbulkan kwashiorkor pada anak-anak balita, terutama yang berusia dau hingga tiga tahun. Kwashikor bisa di tandai dengan gejala pertumbuhan yang terhambat, otot-otot melemah, edema, muka bulat seperti bulan, dan gangguan psikomotor. Gejala lainya adalah tidak gembira (apatis), tidak ada nafsu makan, dan kulit kering bersisik.
Sementara itu, kelebihan protein dalam tubuh dapat menimbukan kegemukan atau obesitas. Obesitas umumnya di sebabkan oleh faktor hormonal, metabolisme dalam tubuh, dan faktor sosial. Obesitas sering kali di artikan sebagai kelebihan berat badan sesorang, 20 % di atas ukuran berat badan ideal.
NILAI PROTEIN BERBAGAI BAHAN MAKANAN (GRAM/100 GRAM)
Bahan Makanan
Nilai Protein
Bahan Makanan
Nilai Protein
Kacang Kedelai
34,9
Keju
22,8
Kacang Merah
29,1
Kerupuk Udang
17,2
Kacang Tanah Terkupas
25,3
Jagung Kuning
9,2
Kacang Hijau
22,2
Roti Putih
8,0
Biji Jambu Monyet
21,2
Mi kering
7,9
Tempe K. Kedelai Murni
18,3
Beras Setengah Giling
7,6
Tahu
7,8
Kentang
2,0
Daging Sapi
18,8
Gaplek
1,5
Ayam
18,2
Ketela Pohon
1,2
Telur Bebek
13,1
Daun Singkong
6,8
Telur Ayam
12,0
Bayam
3,5
Udang Segar
21,0
Kangkung
3,0
Ikan Segar
16,0
Wortel
1,2
Tepung Susu Skim
35,6
Tomat Masak
1,0
Tepung Susu
24,6
Mangga Harum Manis
0,4
4. Jenis Jenis Protein
Berdasarkan asalnya, Protein dapat di bedakan menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut ini :
a. Protein Hewani
Protein hewani yakni protein yang berasal dari hewan. protein ini sering di sebut dengan first class protein atau protein kelas satu. sebab mengandung asam amino esensial secara lengkap. sumber protein hewani misalnya ikan, daging, susu, telur, larva serangga, lebah, serangga seperti belalang, laron, kepompong dan lain-lain. Bahan makanan yang bersal dari telur, susu, dan daging mengandung asam amino yang lengkap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh disebut makanan yang sempuran proteinya.
b. Protein Nabati
Yaitu protein yang berasal dari tumbuhan, seumber protein nabati antara lain, padi-padian, kacang-kacangan, kelapa, dan sayur-sayuran. protein nabati sering disebut protein kelas dua, sebab pada umumnya mengandung protein tidak lengkap, kecuali beberapa jenis kacang-kacangan seperti kedelai.
Protein terdiri atas senyawa-senyawa sederhana yang disebut asam amino. jenis asam amino sangat banyak, namun secara sederhana dapat dibedakan menjadi asam amino esensial dan asam amnio tidak esensial. asam amino esensial adalah jenis asam amnio yang sangat di perlukan tubuh.

Nah saya rasa untuk artikel pengertian protein kali ini kita cukupkan sampai disini dahulu ya sobat, jika sobat memiliki pertanyaan seputar protein ini slahkan sobat langsung tanyakan di kotak komentar facebook yang ada di bawah ini, dan saya juga selaku admin dari website genggaminternet.com ini akan sangat berbahagia sekali jika sobat membagikan artikel yang baru saja sobat baca ini kemedia sosial ataupun yang lainya, nah semoga apa yang saya bagikan ini dapat bermanfaat untuk teman semuanya, akhir kata dari saya terima kasih.

KARBOHIDRAT



KARBOHIDRAT yaitu senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Terdiri atas unsur C, H, O dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, 1 atom O. karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural & metabolik. sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis CO2 + H2O yang akan menghasilkan amilum/selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan Binatang tidak dapat menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung tumbuhan. karbohidrat merupakan sumber energi dan cadangan energi, yang melalui proses metabolisme.

Banyak sekali makanan yang kita makan sehari hari adalah suber karbohidrat seperti : nasi/beras, singkong, umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan lainnya, dll.

Rumus umum karbohidrat yaitu Cn(H2O)m, sedangkan yang paling banyak kita kenal yaitu glukosa : C6H12O6, sukrosa : C12H22O11, sellulosa : (C6H10O5)n

Klasifikasi Karbohidrat:
1. Monosakarida : terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. berikut macam-macam monosakarida : dengan ciri utamanya memiliki jumlah atom C berbeda-beda :  triosa (C3), tetrosa (C4), pentosa (C5), heksosa (C6), heptosa (C7).
·         Triosa : Gliserosa, Gliseraldehid, Dihidroksi aseton
·         Tetrosa : threosa, Eritrosa, xylulosa
·         Pentosa : Lyxosa, Xilosa, Arabinosa, Ribosa, Ribulosa
·         Hexosa : Galaktosa, Glukosa, Mannosa, fruktosa
·         Heptosa : Sedoheptulosa
2. Disakarida : senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.
·         hidrolisis : terdiri dari 2 monosakarida al
·         sukrosa : glukosa + fruktosa (C 1-2)
·         maltosa : 2 glukosa (C 1-4)
·         trehalosa  2 glukosa (C1-1)
·         Laktosa : glukosa + galaktosa (C1-4)
3. Oligosakarida : senyawa yang terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yang banyak gabungan dari 3 – 6 monosakarida,misalnya maltotriosa
4. Polisakarida : senyawa yang terdiri dari gabungan molekul- molekul  monosakarida yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang.

Macam-macam polisarida :
1.    AMILUM/TEPUNG 
rantai a-glikosidik (glukosa)n : glukosan/glukan  Amilosa (15 – 20%) : helix, tidak bercabang
Amilopektin (80 – 85%) : bercabang
Terdiri dari 24 – 30 residu glukosa,
Simpanan karbohidrat pada tumbuhan,
Tes Iod : biru
ikatan C1-4 : lurus
ikatan C1-6 : titik percabangan
2.    GLIKOGEN   
Simpanan polisakarida binatang
Glukosan (rantai a) – Rantai cabang banyak
Iod tes : merah
3.    INULIN  
pati pada akar/umbi tumbuhan tertentu,
Fruktosan
Larut air hangat
Dapat menentukan kecepatan filtrasi glomeruli.
Tes Iod negatif
4.    DEKSTRIN  dari hidrolisis pati 

5.    SELULOSA   (serat tumbuhan) 
Konstituen utama framework tumbuhan
tidak larut air – terdiri dari unit b
Tidak dapat dicerna mamalia (enzim untuk memecah ikatan beta tidak ada) – Usus ruminantia, herbivora ada mikroorganisme dapat memecah ikatan beta : selulosa dapat sebagai sumber karbohidrat.
6.    KHITIN 
polisakarida invertebrata
7.    GLIKOSAMINOGLIKAN 
karbohidrat kompleks
merupakan (+asam uronat, amina)
penyusun jaringan misalnya tulang, elastin, kolagen
Contoh : asam hialuronat, chondroitin sulfat
8.    GLIKOPROTEIN 
Terdapat di cairan tubuh dan jaringan
terdapat di membran sel
merupakan Protein + karbohidrat

Gula menunjukkan berbagai isomer
STEREOISOMER : senyawa dengan struktur formula sama tapi beda konfigurasi ruangnya
- Isomer D,L
- Cincin piranosa, furanosa
- Anomer a, b
- epimer (glukosa, galaktosa, manosa)
- Isomer aldosa, ketosa

Berikut Penjelasan Singkat langkah-langkah dalam metabolisme karbohidrat

1.    GLIKOLISIS yaitu: dimana glukosa dimetabolisme menjadi piruvat (aerob) menghasilkan energi (8 ATP)atau laktat (anerob)menghasilkan (2 ATP).
2.    GLIKOGENESIS yaitu: proses perubahan glukosa menjadi glikogen. Di Hepar/hati berfungsi: untuk mempertahankan kadar gula darah. sedangkan di Otot bertujuan: kepentingan otot sendiri dalam membutuhkan energi.
3.    GLIKOGENOLISIS yaitu : proses perubahan glikogen menjadi glukosa. atau kebalikan dari GLIKOGENESIS.
4.    JALUR PENTOSA FOSFAT yaitu : hasil ribosa untuk sintesis nukleotida, asam nukleat dan equivalent pereduksi (NADPH) (biosintesis asam lemak dan lainnya.)
5.    GLUKONEOGENESIS : senyawa non-karbohidrat (piruvat, asam laktat, gliserol, asam amino glukogenik) menjadi glukosa.
6.    TRIOSA FOSFAT yaitu: bagian gliseol dari TAG (lemak)
7.    PIRUVAT & SENYAWA ANTARA SIKLUS KREBS : untuk sintesis asam amino –> Asetil-KoA –> untuk sintesis asam lemak &kolesterol –> steroid.

Fungsi Karbohidrat
Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi sebagai cadangan makanan, pemberi rasa manis pada makanan, membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus, penghemat protein karena bila karbohidrat makanan terpenuhi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun. Karbohidrat juga berfungsi sebagai pengatur metabolisme lemak karena karbohidrat mampu mencegah oksidasi lemak yang tidak sempurna.

Sumber : Biokimia Herper 2009
  

Senin, 27 Juni 2016

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DRILL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA MATA KULIAH KIMIA DASAR-I DI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI RIAU

Oleh: Kasman ediputra, MSi

Abstract : This study aims to improve the activity and student MATEMATID EDUCATION through drill learning implementation methods for improving effort and achievement activities student MATEMATID EDUCATION member of students 12 people. This research is a classroom action research. Measures implemented by 2 cycles. Each cycle consisted of two meetings with the planning stages of action, action observation and reflection. Learning methods are used in this research is using drill or training method. Method of data collection was conducted by observation and tests. Data analysis was performed by the comparison between the results of tests on the first cycle and second cycle.
KEY words : drill, activities


USULAN
PENELITIAN DISERTASI DOKTOR




MODIFIKASI PHOTOREAKTOR DENGAN SEMIKONDUTOR YANG DISUPPORT OLEH BIOMATERIAL


PENGUSUL:
KASMAN EDIPUTRA, M.Si
NO BP: 1530 412 003







PROGRAM DOKTORAL JURUSAN ILMU KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2016

HALAMAN PENGESAHAN
PENELITIAN DISERTASI DOKTOR


Judul Penelitian                       : Modifikasi Photoreaktor Dengan semikonduktor
  yang disupport oleh Biomaterial.
Judul Disertasi                                    : Modifikasi Photoreaktor Dengan semikonduktor
  yang disupport oleh Biomaterial.

Kode/Nama Rumpun Ilmu     :
Peneliti
a. Nama Lengkap                    : Kasman Ediputra, ST, M.Si
b. NIDN                                  : 1005128303
c. Jabatan Fungsional              : Asisten Ahli
d. Program Studi                     : Ilmu kimia
e. Nomor HP                           : 0853 5531 3014
f. Alamat surel (e-mail)           : edi.putra1@gmail.com
g. NIM                                                : 1530 412 003
h. Semester ke                         : 1 (satu)
PT Penyelenggara                   : Universitas Andalas ( UNAND ) Padang
Program Doktor                      : S3 Ilmu Kimia
Nama Promotor                       : Prof. Dr. Hermansyah Aziz
NIDN Promotor                      :
Biaya yang Diusulkan             : Rp. 62.800.000,-


Padang,           Juni 2016
Mengetahui,
Dekan/Ketua                                                   Ketua Peneliti,



(Prof. Dr. Syafrizal Sy, M.Si)                         (Kasman Ediputra, S.T, M.Si )
NIDN :                                                            NIDN : 1005128303


Menyetujui,



(Ketua lembaga penelitian)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................  i
DAFTAR ISI .................................................................................................  ii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .........................................................................................  iv

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ...............................................................................  1
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................  3
1.3 Batasan Masalah ............................................................................  3
1.4 Tujuan Penelitian ...........................................................................  3
1.4.1 Tujuan Umum ........................................................................  3
1.4.2 Tujuna Khusus .......................................................................  3
1.5 Manfaat Penelitan ..........................................................................  4

BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................  5
2.1 Photoreaktor ...................................................................................  5
2.2 Semikonduktor ...............................................................................  5
2.2.1 Titania (TiO2) .........................................................................  5
2.2.2 Sifat fisika titania ( TiO2) .......................................................  5
2.3 Biomaterial ......................................................................................  9
2.3.1 Karakteristik Biomaterial .......................................................  9
2.3.2 Porositas  ................................................................................  9
2.4 Air Gambut ....................................................................................  10
2.4.1 Karkteristik Air Gambut ........................................................  10
2.4.2 pengolahan air gambut ...........................................................  14
2.5 UV Spektrometri ............................................................................  15
2.6 PH Meter .........................................................................................  16
2.6.1 Definisi PH ............................................................................  16
2.6.2 Penggunaan PH Meter ...........................................................  17
2.6.2.1 Kalibrasi PH Meter ....................................................  17
2.6.2.2. Pengukuran PH larutan .............................................  17
2.7 Spektrofotometer Serapan Atom ..................................................  18
2.7.1 Gangguan Spektral .................................................................  19
2.7.2 Gangguan Kimia ....................................................................  19

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................  21
3.1 Jenis Penelitian ...............................................................................  21
3.2 Variabel Penelitian .........................................................................  21
3.3 Bahan dan Peralatan Penelitian ...................................................  21
3.3.1 Bahan Penelitian .......................................................................  21
3.3.2 Alat Penelitian........................................................................... 21
3.4 Tahapan Penelitian ........................................................................  22
3.4.1 Skema Bagan Alur Penelitian ....................................................  23
3.4.2 Prosedur Kerja ............................................................................  24

BAB IV JADWAL DAN BIAYA PENELITIAN .....................................  26
4.1 Anggaran Biaya .......................................................................................  26
4.2 Jadwal Kegiatan Penelitian ....................................................................  26
4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................  27

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................




DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Diagram skematik proses fotokatalitik oleh foton pada
                    semikonduktor .............................................................................  9
Gambar 2.2 Struktur model asam fulvik berdasarkan Buffle (1977) ..............  12
Gambar 2.3 Komponen Kimia Humus ............................................................  13
Gambar 2.4 Skema bagan alat Spektrofotometer Serapan Atom ....................  18



DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Sifat fisika TiO2 ..............................................................................  6
Table 2.2 Karakteristik Air Gambut dari Berbagai Lokasi di Sumatera &                     
                Kalimantan.abel ...............................................................................  14
Tabel 2.3 Daerah Spektrum Elektromagnetik ..................................................  16




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Air adalah sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan manusia. Air  adalah komponen terpenting sebagai persyaratan untuk kelangsungan hidup, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air yang yang baik, memenuhi kualitas dan kuantitas ( Hermansyah aziz, 2015).

Aksesibilitas air minum yang aman dan cocok adalah factor sangat penting untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar separuh penduduk dari negara-negara berkembang memiliki masalah kesehatan terkait dengan kurangnya akses air minum yang sesuai atau adanya kontaminasi mikrobiologi dalam air . Diare penyakit, karena agen bakteri, virus, dan parasite gastroenteritis dan virus hepatitis adalah kelompok utama yang menyebabkan infeksi yang bersumber dari air (Rosângela Bergamasco, 2011).

Saat ini, ada beberapa metode yang digunakan untuk menghilngkan  asam humat sebagai komponen utama dari air Gambut dan air Rawa seperti koagulasi-flokulasi elektro coagulation processes, oksidasi, photocatalysis dan teknologi membrane, Semua proses alternatif ini, memiliki biaya operasional yang tinggi dan tidak satupun dari metode tersebut yang diadopsi oleh industri untuk menjadi komersial karena factor biaya ekomoni yang tinggi ( Hermansyah aziz, 2015).

Polusi air permukaan dan air tanah merupakan masalah serius pada masyarakat daerah industry, karena itu sangat penting untuk mengembangkan proses untuk membersihkan aquatik yang tercemar, serta menyediakan air bersih  untuk fasilitas industri. Detoksifikasi fotokatalitik, menggunakan titanium dioksida, yang merupakan  metode yang menjanjikan untuk tujuan ini. Photocatalysis heterogen baru-baru ini muncul sebagai metode yang efisien untuk memurnikan air. Hal ini dapat dianggap sebagai salah satu teknologi oksidasi baru yang canggih untuk pemurnian air ( Farid Madjene, 2013).
Reaksi oksidasi fotokatalitik memiliki potensi yang besar dengan mineral senyawa organik menjadi karbon dioksida, uap air dan zat anorganik oleh cahaya matahari  menuju konseo " teknologi bersih dan pemurnian hijau " untuk pemurnian udara dan air yang tercemar ( Farid Madjene, 2013).

Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia bambu memegang peranan yang sangat penting. Bahan bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan antara lain : batangnya kuat, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, dan mudah dikerjakan serta mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibanding bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi tanaman serba guna bagi masyarakat pedesaan (Ridwanti Batubara, 2002).

Tanaman bambu di Indonesia ditemukan mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Pada umumnya ditemukan di tempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air. Tanaman bambu hidup merumpun, mempunyai ruas dan buku. Pada setiap ruas tumbuh cabang-cabang yang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan buluhnya sendiri. Pada ruas-ruas ini tumbuh akar-akar sehingga pada bambu dimungkinkan untuk memperbanyak tanaman dari potongan-potongan ruasnya, disamping tunas-tunas rumpunnya. Jenis bambu yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah bambu talang, bambu andong, bambu petung dan bambu hitam (Ridwanti Batubara, 2002).

Bambu memiliki struktur mikro yang menarik dan macrostructure dengan fitur hirarkis yang berkontribusi terhadap integritas struktural. Secara khusus, bambu berisi struktur seperti serat fitur yang dikenal sebagai selubung bundle serta porositas berorientasi sepanjang sumbu batang (S. Amada, 1997).

Biomaterial yang terdiri dari berbagai jenis kayu tropis sangat banyak dengan ketersediaan yang melimpah, oleh karena itu biomaterial berupa kayu termasuk bamboo dapat mendukung sebuah fotoreaktor batch untuk proses pemurnian air yang memakai semikonduktor titania ( TiO2).
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut diatas dapat dibuat rumusan masalah dari rencana penelitian, yaitu:
1.      Apakah photoreaktor dapat digunakan untuk pemurnian air dari polutan Organik?
2.      Apakah biomaterial dapat menunjang efektifitas dari reaksi yang terjadi dalam photoreaktor?

1.3  Hipotesis
1.      Kadar polutan organic dan PH sampel (air Gambut) dapat diturunkan dengan menggunakan photoreaktor dan sinar UV dari cahaya matahari yang diserap Oleh TiO2.
2.      Mikroba yang terdapat dalam sampel (air Gambut) dapat dibunuh.
3.      Biomaterial yang dapat digunakan untuk mensupport Photoreaktor adalah biomaterial dengan porosistas yang tinggi dan memlilki tegangan dan regangan yang tinggi.

1.4  Tujuan Penelitian
1.4.1        Tujuan Umum
Tujuan dari penelitian ini adalah memurnikan air Gambut atau Rawa dengan menggunakan sebuah photoreaktor dan semikonduktor dengan bantuan Biomaterial.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.      Menurunkan PH dan kadar asam yang terkandung oleh sampel (air Gambut air Rawa).
2.      Memodifikasi photoreaktor dengan Memanfaatkan sumber daya alam yang banyak tersedia, berupa biomaterial.
3.      Menurunkan kadar mikroba dan  logam yang terkandung dalam sampel (air Gambut atau air Rawa)